Doa yang Menyembuhkan

So guys, hi! 🙂
First, I’d come with my (lame) usual excuses why I’ve been away from blogging recently. But, you know it, so I’ll skip it. 😀 Now, what makes me steal the time to update? What’s so important? Here it is.. *to make it easy, I’ll tell you in Bahasa* 

Beberapa hari lalu, satu teman baikku bercerita tentang pergumulannya dan keluarganya. I won’t tell you the whole story, tapi intinya salah satu orang terkasih teman saya divonis kanker. Perkiraan dokter waktu hidupnya tidak akan lama, bahkan hitungan hari. Well, sampai hari temanku cerita itu, kejadiannya sudah lewat hampir setahun, dan praise God, kesehatan dia membaik. Benjolan kankernya kempes walaupun mereka masih belum berani bilang sembuh. That’s the story, dan yaaa aku kaget, jelas. Selama ini dia tampak baik-baik dan bahagia loh. Kind of sad, couldn’t support them (yes, I know the patient) when they needed it most.

Selama ini, kalau ada keluarga teman yang sakit, I try my best untuk nggak kasih konfirmasi kesembuhan. Memang aku bukan dokter, tapi konfirmasi kesembuhan nggak cuma dari dokter lo. Beberapa kali aku dengar support macam ini:

Tenang, Tuhan pasti sembuhkan, asal …
Tuhan berkuasa menyembuhkan. Dia pasti…

Courtesy : pnhfoundation.org

For me, kalimat itu bisa jadi bumerang. Kalau Tuhan nggak sembuhin, gimana? Aku nggak mau jd orang yang kasih harapan palsu ke orang lain. Kalau Tuhan memang akan sembuhkan, He will. Jadi waktu dia cerita, yang bisa kulakukan cuma bilang :

Yang kuat ya, supaya bisa dukung dia. Semoga kehendak Tuhan yang jadi, yang terbaik dari Tuhan atas kalian.

Later that night, sebelum tidur, aku berdoa buat dia. In my prayer, when nobody can listen, aku berdoa buat kesembuhannya. Dia itu masih sangat muda, bahkan lebih muda dariku. Dia baru saja menikah saat dia tahu penyakitnya. Orangnya baik. Dia pelayanan buat Tuhan. So I told God, menurutku orang seperti dia itu nggak pas kalau meninggal di usia muda. Please heal her, God, I said.

Dan tiba-tiba, aku tersadar. Siapa aku untuk mendefinisikan hal sepenting itu dan berdoa seegois itu? Apa doaku itu berarti kalau orangnya sudah tua terus meninggal, itu biasa aja? Atau kalau dia penjahat, maka itu hal yang membahagiakan? Dan apakah kalau masih dalam kandungan itu belum hidup, sehingga sah untuk aborsi?

TIDAK ADA, aku ulangi, tidak ada satu orang pun, yang lebih layak atau lebih tidak layak untuk hidup, bahkan 1 detik lebih lama di dunia ini.
Hidup ini nggak seperti pembagian gaji, ditentukan berdasarkan tugas dan tanggungjawab. Bukan seperti upah berdasar waktu dan kerja keras. Bukan seperti nilai rapor, dari benar dan salahnya ujian.  Bukan kita yang menentukan siapa yang lebih layak hidup lebih lama, dan bukan kita yang mengaturnya.

Eh, statement tersebut di atas bukan berarti kita nggak boleh mendoakan hidup orang lain lo. Aku berdoa untuk orang tuaku. Biar Tuhan limpahkan kesehatan dan umur panjang, dijauhkan dari segala hal yang berbahaya. *Aminn* Doa itu berarti kita mengucapkan berkat atas orang lain, and it’s a good and right thing to do.
Doa memohon kesembuhan orang sakit pun juga nggak dilarang. Doa itu harus jujur, apa yang kita rasakan dan kita ingin sampaikan ama Tuhan. Yah, memang kita berharap kesembuhan untuk seseorang, berdoalah demikian. Minta Tuhan sembuhkan. Sekali lagi, nggak salah.

Poin pentingnya adalah berdoa dengan pengertian, bahwa apapun jawaban terhadap doa kita, yang kita doakan sembuh atau nggak, kita mengerti bahwa Tuhan baik. Jawaban doa itu adalah rencana Tuhan yang paling baik yang bisa terjadi. Karena, in the end, Tuhanlah yang punya segala kehidupan ini.

Doa yang menyembuhkan tidak selalu menghasilkan kesembuhan jasmani, tapi pasti damai sejahtera di hati. 🙂

Courtesy : godsgracefulness.com

PS: Teman, aku berdoa untukmu dan keluarga. May God bless you as always. 🙂

© Jak – 150412– 2245 ©

Advertisements

2 thoughts on “Doa yang Menyembuhkan

  1. Yup, it’s true
    Lakukan segala sesuatu dengan penuh pengertian, karena itu menandakan kamu orang yang dewasa 🙂
    Tetap menulis ya… smoga tulisan2mu bisa dicetak menjadi sebuah buku inspirasi bagi generasi selanjutnya

    Bless

Leave Comment (s) :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s