Negeri Kaki Pelangi

Di sebuah negeri nun jauh di ujung kaki pelangi, di mana bidadari menari besama dedaunan dan suara tawa pepohonan menjawab nyanyian udara pegunungan, di mana cakrawala berpelukan dengan samudra, di sanalah kisah kita dimulai.

Negeri Kaki Pelangi adalah negeri yang sangat indah. Konon, Pelangi sendirilah yang membentuk Negeri ini dengan seluruh Warna dan Waktu yang Ia punya. Begitu sayangnya Pelangi terhadap Negeri Kaki Pelangi, Ia letakkan negeri kesayanganNya di tempat paling dekat, supaya ketika Ia muncul sehabis hujan, negeri inilah yang pertama kali dilihatNya.

Warisan nenek moyang menyebutkan bahwa ketika membentuk negeri ini, Sang Pelangi tak dapat memilih satu dari banyak aksesoris untuk disematkan di Negeri Kaki Pelangi. Sang Pelangi pun kemudian memasang aksesoris-aksesoris favoritnya.

Zamrud hijau Ia pasang di pepohonan, kecil dan besar.
Rubi yang biru Ia lebur ke dalam samudra dan perairan.
Kristal ia sematkan di permukaan air dan pasir pantai.
Ia jahit Warna Pelangi-Nya ke kuntum bunga dan kulit buah.
Ia tabur Warna Pelangi-Nya ke dalam jutaan manik-manik bahasa.
Ia goreskan Warna Pelangi-Nya ke dalam untai melodi dan sajak.
Ia tiupkan Warna Pelangi-Nya ke dalam setiap insan ragawi.

Tak pernah bosan Sang Pelangi berkunjung dan menikmati satu per satu aksesoris Negeri. Tak pernah habis dikecapNya.

Kini, ketika bidadari tak lagi tampak menari bersama daun. Negeri Kaki Pelangi tertutup awan, dan lalu menjadi mitos dan legenda nenek moyang. Bahkan insan Negeri sendiri mencari-cari letakpasti legenda ini. Negeri yang selama ini mereka tinggali, tanpa pernah tahu Negeri Kaki Pelangi telah menjadi identitas kebanggaan mereka.

Legenda dan mitos telah menyematkan berjuta nama untuk Negeri Kaki Pelangi. Sebagian jelas terdengar dan terbukti salah. Namanya tak sesuai karakter legendanya. Warna Suci Sang Pelangi tak ada. Sebagian  dengan nyaring berusaha menjadi sesuai Legenda Negeri Kaki Pelangi, tanpa menyadari mereka bukan Negeri Kaki Pelangi yang sebenarnya. Namun, bagaimanapun legenda menyebutnya, Warna Pelangi tak dapat memudarkan dirinya sendiri.

Aku, anak Bumi, dengan yakin dan pasti, menyebutnya Indonesia.

© Jak – 050711 – 1700 ©

Advertisements

Leave Comment (s) :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s