Mulai Dari Yang Kecil

*Suatu hari di akhir bulan Januari 2011*
Sore itu, saya berdiri di sudut pintu gudang, melihat hasil kesibukan awal tahun.

Setiap awal tahun, kantor saya punya 1 set corporate merchandise baru, terdiri dari kalender, agenda besar, agenda kecil, dan tas jinjing. Sebagian bsar set akan dikirim ke 12 kantor cabang di seluruh Indonesia. Bukan perkara rumit, hanya perlu ketelitian. Untuk kalender saja, kami membuat 3000 buah, belum tas dan agenda. Setelah dikirim ke cabang, masih ada kurang lebih 1000 per item untuk Jakarta, menumpuk bersama benda-benda lain di gudang.

Courtesy: shutterstock.com

Sore itu, saya berdiri. Mengamati. Menilai. Gudang itu bukan terlalu penuh, hanya terlalu berantakan. Dan mulailah saya bergerak ke sudut gudang. Rak-rak di sepanjang sisi kanan penuh dengan dokumen-dokumen milik Divisi FA dan OPT-DOC. Di bagian tengah, banyak rak dan ordner ditumpuk, milik bagian Import. Jelas banyak, transaksi Exim dan Finance 2-3 tahun terakhir ada di sana. Ditambah set yearly gift, TV, beberapa kursi rusak, dan masih banyak lain. Ya wajar, itulah gudang.

Saya mulai merapikan sedikit rak di sisi kanan. Lalu, di bagian bawah rak-rak itu, saya melihat banyak kardus. Kurapikan dan kujadikan satu. Mungkin hampir 1 jam berlalu. Dann…. Lebih banyak usaha dan keringat yang keluar daripada hasilnya. Saya pun kembali ke sudut pintu gudang. Mengamati. Tampak tidak banyak berubah, dan saya mematikan lampu. Mungkin lain kali saja saya lakukan.

Kembalilah saya ke meja kerja. Ah, gudang kecilku… yang berantakan.

Saya mengamati. Dan bergeraklah saya membereskan dokumen laporan tahunan yang bertumpuk di bawah meja. Merapikan set merchandise ke kotak. Memasukkan dokumen di sudut ke dalam kardus. Menyusun ulang isi lemari. Sambil menertawai diri sendiri.

Begitulah. Kadang, kita punya mimpi yang besar, ingin membereskan seluruh penjuru dunia, melakukan hal-hal besar, berdampak bagi dunia dan bagi peradaban manusia. Sampai kita lupa dunia kecil kita, lupa mengerjakan bagian yang menjadi tanggungjawab kita. Kita ingin terbang, tanpa belajar membuka sayap.

Courtesy: nycagrow.wordpress.com

Apakah salah bermimpi besar? Tentu tidak. Tuhan bilang,

Matius 28:19 – Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus

Mimpi-Nya adalah menjangkau semua bangsa. Tapi Tuhan juga bilang:

Lukas 16:10 – “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Matius 25:21 – … engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar …

Let us think globally, act locally. 🙂

© Jak – 280411 – 1357 ©

Advertisements

One thought on “Mulai Dari Yang Kecil

  1. sore itu.. halah :p
    gaya bahasamu skarang lain ver…ala novel 😀
    sip 😀

    haha.. iya nih, lagi belajar gonta ganti gaya bahasa.. situ juga!

Leave Comment (s) :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s