Cerita Jamku :)

Courtesy: wallpapertimes.com

Dua bulan terakhir, tangan kiriku terasa lebih ringan. Jam tangan milikku sedang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Maklum, harganya hanya Rp 30.000 dan sudah dipakai hampir 2 tahun. Kondisinya memang sudah layak diistirahatkan.

PROLOG

Ini satu-satunya jam yang bisa kupakai lama selama hidupku. Sejak kecil, kulitku sensitif, tidak bisa memakai benda-benda yang tidak terbuat dari emas asli. Nanah pada telinga karena anting imitasi, kulit memerah karena kalung perak, bentol gatal melanda karena gelang plastik, termasuk jam tangan. Yang ini beda.

Jam ini malah bukan milikku awalnya. Aku meminjam dari adikku selama beberapa hari. Tanpa kusadari, tidak ada rasa gatal atau gejala lain. Maka kumintalah jam ini dari adikku. Bahagia karena sudah sembuh dari alergi, adikku memberi hadiah jam sebagai hadiah ulang tahunku. Ternyata, alergiku kambuh dengan jam itu.

Sayangnya, ia sedang tidak sehat kini.

PESAN DARI JAMKU

Ketika jam kupasang ke pergelangan tanganku, aku tidak memperhatikan jam itu rusak atau tidak. Sampai ketika satu/dua jam kemudian, aku baru sadar kalau jam itu rusak.

Kadang, kebiasaan membuat kita melakukan hal seadanya. Misalnya kebiasaan menyikat gigi atau membersihkan daerah kewanitaan. Kita tidak sadar bahwa cara kita membersihkan tidak tepat, sehingga ujungnya kesehatan terganggu. Kebiasaan berdoa, kebiasaan membaca Alkitab, kebiasaan ke gereja. Ketika ini menjadi kebiasaan TANPA ketajaman dan kewaspadaan akan kebenaran, saat itu pertumbuhan rohani kita berhenti.

*

Courtesy: blogs.j-vacancy.com

Waktu jam rusak itu tidak kulepas, orang lain tidak tahu jam itu rusak. Tampak luar baik-baik saja. Hanya, jam itu jadi tidak berguna.

Dari luar, segala sesuatu bisa terlihat indah. Tapi, tampak indah belum tentu berarti telah fungsional, mengerjakan tujuan utama. Kalau ciptaan tidak mencapai tujuan utama dia dibuat, apa lagi yang bisa dilakukan kepadanya, selain dibuang dan diinjak?

*

Aku menemukan rusak jamku. Jarum detiknya bergerak tidak wajar. Setiap maju dua kali, jarum detik akan mundur sekali, kemudian jarum detik akan bergerak di tempat, seakan ada penghalang untuk maju.

Jam itu mungkin punya baterai yang masih baik. Dalam hidup, baterai kita adalah Firman Tuhan. Kita mungkin tahu Firman Tuhan, tapi ketika kita tidak bergerak, kita tidak bisa dipakai, tidak berguna. Secara detail, jarum itu bergerak, hanya tidak sesuai dengan seharusnya. Sama, kita mungkin bergerak, tapi apakah kita sudah bergerak dengan benar?

Baterai ada saja tidak cukup. Bergerak saja tidak cukup. Harus ada tujuan dan arah yang benar. 🙂

*

© Jak – 190111 – 1717 ©

Advertisements

One thought on “Cerita Jamku :)

  1. Hebat!! Inspiring!
    Cuman gara2 sebuah jam, bisa dapet makna yg byk yaa ce..
    semoga cepet sembuh, jam kesayangan 🙂

    Thanks Syll! 🙂 I’m following your blog anyway! hehe..

Leave Comment (s) :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s