Job Interview with Elit* Advertising

Sebelumnya, saya tekankan bahwa tulisan ini tidak dibuat untuk merendahkan pihak-pihak yang berkaitan. Saya hanya sekedar berbagi pengalaman, supaya mengurangi kemungkinan kejadian yang sama terjadi pada orang lain.

——————————-

Kronologis kejadian sebagai berikut:

Saya melamar pekerjaan di sebuah perusahaan advertising agency -sebut saja EA- untuk posisi PR. Saya mengetahui lowongan ini dari sebuh situs pencari kerja yang cukup ternama. Tanggal 25 Maret, saya dipanggil interview pertama dan lolos untuk interview kedua esok harinya.

Saat interview pertama, saya sudah merasakan keanehan pada proses interview.  Cepat, tidak banyak menyinggung deskripsi kerja, serta mendefinisikan PR dan MT (Management Trainee) pada kategori yang sama. Tapi saya sama sekali tidak berpikir aneh-aneh. Saya yakin perusahaan ini berkualitas karena selain lokasi kantor yang ada di pusat perkantoran kota Jakarta, interview pun dilakukan oleh ekspat asing.

Interview kedua adalah observasi lapangan sehari penuh. Awalnya, saya kira saya akan diminta mengamati beberapa hal berhubungan dengan kapasitas saya melamar sebagai PR. Ternyata, saya harus mengikuti trainer untuk melihat cara kerja EA ini.

Saya dikenalkan dengan 2 orang (yang katanya) top trainer di EA. Satu dari mereka adalah manajer dari Thailand, sementara yang lain adalah asisten manajer. Kemudian, mereka berdua mengajak saya naik busway. Sesaat terbersit di benak saya, masa kantor elit tidak punya mobil kantor, tapi  saya pikir khusus untuk training day saja. So off we go.

Kami menuju salah satu universitas ternama di kawasan Jakarta Barat. Setelah kedua trainer selesai makan di kantin, mereka mulai menjelaskan tentang periklanan secara umum *ATL-BTL*. Saat inilah, saya sadar bahwa saya terjebak dalam hal yang sangat jelas berbeda dari yang dijanjikan. Tidak bermaksud melecehkan profesi tertentu, tapi ini jauh dari konsep saya tentang deskripsi pekerjaan PR. Bahkan bagi saya perusahaan ini telah merendahkan profesi Public Relations.

Ah, belum saya jelaskan apa deskripsi pekerjaan ini. Begini. Sebagai agensi periklanan, EA mewakili klien yang ingin mempromosikan produknya, baik barang ataupun jasa. EA menganggap promosi periklanan yang efektif adalah BTL berupa direct marketing. FYI, direct marketing adalah bentuk pemasaran/penjualan langsung kepada konsumen, istilah umumnya door to door marketing. Klien memberikan special offer (diskon, bonus, buy one get one atau free) untuk calon pembeli.

Produk untuk training saya hari itu adalah L*v Bar. Penawarannya adalah dengan membeli flyer seharga 100.000, maka pembeli akan mendapatkan free voucher 3 jenis makanan, +/- 20 kupon buy-1-get-1, serta member card.

Now, imagine what I feel. Di universitas itu, kami berkeliling menawarkan produk ke setiap kmpulan mahasiswa, hampir 2 jam. Kemudian kami menuju ke sepanjang gedung sebelah universitas itu. Kami masuk ke tiap gedung dan tiap lantai. Bahkan bank dan pom bensin pun tak luput. Total perjalanan berjarak 1 halte busway / 2 kali jembatan penyeberangan.

Saya merasa jengkel karena mereka selalu mengaku sebagai PR. Jujur, idealisme saya berontak. Selama ini, sering pakar PR mendengungkan PR as managerial role, not only technician role. Bagaimana perasaan mereka kalau tahu Public Relations / Relasi Publik diartikan sebagai berhubungan dengan orang untuk penjualan secara DOOR to DOOR?????

After lunch, saya tahu lebih jelas kalau EA memakai sistem MLM. Seseorang harus memimpin sejumlah orang untuk naik ke posisi selanjutnya sampai akhirnya menjadi manajer dan bisa punya kantor sendiri serta memperoleh 50% dari hasil penjualan timnya.

Dalam hati, saya berpikir bagaimana caranya agar tidak lulus tes. Kemungkinannya kecil, karena sistem MLM membutuhkan banyak orang. Akhirnya, saya memberanikan diri untuk terbuka saat interview kedua dengan seorang manajer. Saya katakan ragu-ragu bekerja karena konsep PR-nya tidak sama. Saya diberi waktu 2 hari untuk berpikir ulang dan akhirnya saya mengabari mereka by sms:

Saya sudah pertimbangkan dan doakan, dan saya putuskan, maaf saya belum bisa bergabung di EA, karena idealisme saya tentang konsep Public Relations berbeda dengan perusahaan Anda. Terima kasih untuk waktu dan kesempatan one-day-training, saya belajar banyak. Saya akan menceritakan EA, ke orang-orang yang mungkin tertarik untuk berkembang bersama Anda. Sekian pertimbangan saya. Saya harap itu yang terbaik untuk kedua belah pihak. Thanks, Tuhan Yesus Memberkati..

Saya sangat menyayangkan kejadian ini. Saya tidak masalah dengan perusahaan yang bergerak di bidang seperti ini, hanya saya merasa tertipu dengan posisi yang ditawarkan. Lain kali, saya akan lebih berhati-hati.

Bagi para pencari kerja yang mungkin telah dihubungi dan ingin tahu tentang E-ADVERTISING yang saya maksud di atas, dapat menghubungi saya via email.

© Jak – 290310 – 1705 ©

Advertisements

2 thoughts on “Job Interview with Elit* Advertising

  1. Ciayou, couzz!!!
    Wkwkwkwk… anggap ae pengalaman yg amat berharga…
    Good luck!

    Hohoo.. Thanks so much, siss.. Smangat buatmu jugaaa..

Leave Comment (s) :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s