Obsesi Hati

Dalam igau, kusebut namamu..
Dalam mimpi, kusapa hadirmu..
Dalam tawa, kupeluk bayangmu..
Dalam hadirmu, tenanglah jiwaku..
Namun kau tampak tak peduli..

Aku sendiri..
Sedih dalam resahku..
Sepi dalam pedihku..
Sakit dalam tawaku..

Tak ada tempat berbagi..
Tak seorangpun mengerti..
Rasa ini menggangguku..
Aku ingin dirimu..

Hiraukan aku..
Jangan tak pedulikan aku..
Aku ingin dirimu..

Kusesali waktu yang kulewati tanpamu..
Ingin kembali untuk rinduku..
Syukur untuk waktu bersamamu..
Walaupun tetap tak cukup bagiku..

Akalku bertindak, menekan dalam sepi..
Selipkan rindu dan ragu..
Nyatakah ini, atau hanya ilusi?
Atau bahkan hanya obsesi dari rapuhnya hati?

Rasa ini berontak..
Gejolak ini berteriak..
Separuh hatiku rindu belahannya..

© Sub – 190409 – 0137 ©

Advertisements

2 thoughts on “Obsesi Hati

  1. hahahaha.. couz.. di komp ku, aneh tadi yg keluar cuma separuh atas, sebelum gambar.. tp setelah comment, baru deh keluar separuh bawahnya yg setelah picture itu.

    jadi baru ketahuan meaning nya sekarang makae meralat comment hahaha..

Leave Comment (s) :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s