Tentang KAMA 2009

Restoring Life: from Meaningless to Meaningful Life

Itulah tema acara Kamp Mahasiswa 2009. Kamp ini diadakan setiap tahun. Tahun ini aku diminta membantu di Divisi Acara.

Ilustrasi Wisma VS Kama

Ilustrasi Wisma VS Kama

Salah satu tantangan menarik di kamp ini adalah dari wisma tempat kamp. Wisma sering memberikan gangguan yang cukup fatal dan semena-mena yang sangat mengganggu jalannya kamp. Wisma ini terlalu ikut campur dalam setiap kegiatan panitia, bahkan ikut mengatur kamar peserta. Panitia cukup sering mengungkapkan kejengkelan terhadap pihak wisma.

Tantangan lain adalah dari peserta.
Pada awalnya, Kamp ini hampir tidak jadi diadakan karena peserta baru mencapai 50 orang. Praise God, karena penyertaan Tuhan, jumlah peserta pun terpenuhi. Saat hari H, peserta banyak yang ”bandel”, melakukan hal-hal yang ”menantang”, bahkan hampir mengajak panitia bertengkar.

Selain itu, juga banyak tantangan dari sisi internal. Banyak gesekan yang tidak diselesaikan sejak awal, justru akhirnya meledak saat acara.

*

Selepas kamp, panitia baru menyadari bahwa mulai dari persiapan, kami kurang berdoa. Kapan panitia membawa wisma dan peserta dalam doa, supaya Tuhan yang mengubahkan mereka? Hampir tidak pernah. Kami langsung bereaksi terhadap tantangan dan masalah. Tantangan-tantangan itu mungkin adalah tantangan tentang bagaimana sikap hati, apakah masih fokus pada Tuhan atau mengarah pada kejatuhan dalam dosa??!! Pelajaran satu : sikap hati yang benar dalam masalah.

Dua, komunitas harus belajar terbuka dan percaya satu sama lain. Banyak masalah berasal dari asumsi negatif tentang orang lain, yang mengakibatkan salah tangkap pesan/intonasi/bahasa tubuh orang tersebut. Apabila ingin membangun komunitas yang sehat, kalau ada kesalahan kecil, langsung dibicarakan dengan baik-baik dan dewasa, karena kita mengasihi komunitas kita.

Last but not least,

dont-judge-meAda yang bilang padaku, bahwa sebelumnya ia meragukan keberadaanku di kepanitiaan ini. Ketika itu aku sadar bahwa aku telah sombong dan merasa lebih berpengalaman. Di sini, aku belajar untuk tidak menghakimi orang lain.

Tanpa kusadari, aku meremehkan panitia yang masih baru dan banyak bertanya, padahal mental dan kapabilitas mereka jauh lebih baik, malah mereka yang meragukanku.

Mari kita bersyukur buat semua proses yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita. Kesalahan adalah noda dalam kejadian hidup kita, tapi tak ada noda yah tak belajar. God bless.

© Sub – 100209 – 0042 ©

Advertisements

Leave Comment (s) :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s