16 Jam : Siwalankerto Surabaya – TB Simatupang Jakarta

“PT Shell Indonesia (Shell) memberikan beasiswa kepada empat puluh mahasiswa dari empat perguruan tingi di Indonesia dan memberikan pengarahan mengenai bisnis Shell dalam program Shell Scholarship Days 2008, 23-25 November 2008 di Jakarta. – Inilah.com”

Salah seorang teman, Bebe, mengajakku membantu pelaksanaan acara tersebut dengan menjadi Liason Officer alias L.O. Ikuti cerita perjalanan tim LO Surabaya untuk Shell Scholarship 2008!

Dua hari sebelum acara, aku dan Nita berangkat dari Surabaya. Rencananya naik kereta jam 18.30 WIB. Kami sebenarnya sudah siap sejak jam 5 sore. Tapi karena kami masih mencari teman untuk mengantar ke stasiun, kami baru berangkat dari kampus jam 6 sore. Kami sampai di depan petugas tiket tepat jam setengah tujuh… dan bapak petugas bilang:

Udah berangkat, mbak….

Akhirnya kami beli tiket berikutnya. Seluruh uang tunai kami habis, bahkan untuk membeli tiket berikutnya kami terpaksa pinjam teman dulu. Sambil menunggu jadwal berikutnya sekitar 1,5 jam, kami pergi mencari ATM terdekat. Masalahnya ATM terdekat dari stasiun, jaraknya ternyata lumayan jauh. Kami jalan kaki cukup jauh untuk menemukan bahwa ATM-nya tutup!

Lalu, kami naik becak untuk mencari ATM lainnya. Kami cukup khawatir dan takut, karena si Abang becak kurang meyakinkan. Dia melewati gang-gang kecil dan gelap. Jujur, kami sudah agak buta arah, tak tahu di mana letak stasiun berada. Namun akhirnya, semua berjalan lancar.

Singkat cerita, kami sampai di Jakarta pukul 08.00 WIB. Rencananya, kami mau mampir ke tempat kos BeBe di daerah Blok M untuk mandi dan merapikan diri sebelum bertemu tim Shell pukul 10.00 WIB. Gara-gara kami sudah terlambat dari jadwal semula dan tidak memungkinkan untuk mampir dan mandi, maka kami memutuskan langsung ke Talavera, Gedung Shell di daerah TB Simatupang.

Saat mendapat angkutan dari terminal Blok M, waktu sudah menunjukkan pukul 09.30 WIB. Terlambat di pertemuan pertama dengan perusahaan multinasional bukanlah kesan pertama yang kami harapkan, tapi kami tak bisa berbuat apapun di tengah kemacetan Jakarta. Kami sampai di Jalan TB Simpatupang, kurang lebih pukul 09.50 WIB.

Kami memang tahu kantor Shell ada di Gedung Talavera, masalahnya kami tak tahu di mana lokasi tepatnya. Seiring dengan semakin sempitnya waktu, kami pun berinisiatif ke CITOS (Cilanda TownSquare) untuk bertanya ke pihak sekuriti. Sampai di sana, kami diarahkan jalan ke gedung sebelah kiri Citos. Jalanlah kami ke sana.

*Tik..Tuk..Tik..Tuk.. Kok mencurigakan yah? Tanya lagi aja deeeh…*

Kami: “Mas, Gedung Talavera di sebelah mana yah?”

Mas Satpam:(membalik badan) Wooo.. Sana Mbaaakkkk… Balik…

Ingin rasanya mencakar satpam pertama. Kami sudah basah kuyup oleh keringat, masih dengan pakaian yang kami pakai di kereta semalam, lengkap dengan jaket dan tas ransel. Kami setengah berlari menuju ke Talavera. Pukul 10.00 tepat.

Dengan terburu-buru, begitu ada lift terbuka, kami langsung masuk saja, berharap perjalanan ke Lantai 23 tidak lama. Namun begitu pintu tertutup, baru kami menyadari ada yang salah. Tidak ada tombol angka apapun. Kami pun berhenti di lantai tertinggi yang bisa dicapai lift saat itu, lantai 15. Keluar dari sana, kami sama sekali tak mempunyai petunjuk apa yang harus kami lakukan dengan lift di gedung Talavera. Pun, tak ada yang bisa ditanyai. Bahkan signal HP pun mencobai kami saat itu.

Dengan kondisi bingung, panik dan takut semakin terlambat, kami mengambil keputusan penting. NAIK TANGGA DARURAT!!! Ke Lantai 23!!! Di beberapa bagian gedung masih ada proses renovasi. Kami mendapat suntikan semangat dari tukang bangunan dan satpam yang bertugas.

Sampailah kami di lantai 23, penuh dengan keringat. Eh tapi kejutan kami belum berakhir. Pintu EXIT-nya terkunci! Kami naik lagi, mencari pintu yang terbuka.. Di lantai 25, kami bertemu security yang membantu kami mengoperasikan lift, sehingga kami bisa turun ke lantai 23. Lelah namun tertawa, menertawakan kebodohan kami.

Akhirnya, kami berhasil sampai di Ruang Meeting Shell pk. 10.10 WIB, setelah sebelumnya minta ijin merapikan diri. 🙂

Sekian laporan singkat kejadian dari pk. 18.00 WIB (20/11/08) hingga pk. 10.10 WIB (21/11/08).

© Jak – 211108 – 1753 ©

Advertisements

3 thoughts on “16 Jam : Siwalankerto Surabaya – TB Simatupang Jakarta

  1. Dasar Couz hahaha.. Untungnya nyampe toh dan dapet buanyak ya jd masih ketutup semua kan biaya2 tak terduga yg disebabkan beberapa kekonyolan itu? hahaha.. Thanks ya Couz..

Leave Comment (s) :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s