[story] Memori Rahasia Gadis Kecil

Alkisah, adalah seorang gadis kecil, yang hidup dalam keceriaan penuh warna, dalam keluarga yang bahagia. Dia dan kedua orang tuanya, serta adik kembarnya, hidup dalam kasih sayang yang melimpah. Mereka tidak hidup berlebihan, tidak kaya, namun mereka jauh dari kata kekurangan. Segala apa yang diinginkan masih bisa diraih. Keluarga besar mereka pun demikian. Penuh kasih, hangat dan ramah. Kehidupan mereka indah.

Courtesy: flickr.com

Suatu siang, gadis kecil ini sedang berada dalam kamarnya yang nyaman, menikmati istirahatnya. Ayahnya bekerja, seperti biasa. Ibu dan adiknya, entah ada di mana, dalam rumah itu. Dalam hatinya, dia merasakan kejanggalan. Ia ingin keluar kamar, tetapi nuraninya tetap menahannya di dalam kamar.

Tak lama, adik kembarnya masuk, dan duduk di sebelahnya, menemaninya nonton TV. Batinnya bergejolak, adiknya tampak aneh, gadis kecil ini pun tak dapat membuka mulut untuk bertanya kenapa. Resah, gelisah.Nalurinya sebagai kakak, membuatnya bergerak. Ia berdiri, dan mencari orang yang paling dapat diandalkannya, ibunya.

Pintu kamar ibunya tertutup. Sepertinya terkunci. Ya, dia tak dapat membukanya. Hatinya semakin berontak panik. Apa yang terjadi?? Dia mengetuk pintu, dan berusaha mencuri dengar apa yang terjadi di dalam kamar ibunya. Yang ia dengar tak membuatnya tenang. Ia mendengar isak tangis. Isak tangis ibunya.

Gadis kecil ini tak dapat menahan diri. Ia berlari kembali ke kamarnya, dan bertanya pada adiknya. Apa yang terjadi, padanya dan pada ibunya? Adiknya diam dan tak menjawab. Gadis kecil ini terdiam di tempat tidurnya, tak tahu harus berbuat apa. Tak lama, adiknya berkata, tertahan, dan dalam susunan kalimat yang kacau. Gadis kecil ini hampir tak dapat menangkap maknanya. Yang ia tahu dan mengerti, adiknya telah membuat hati ibunya terluka dan menangis. Adiknya telah secara diam-diam, menuliskan kata-kata penghinaan untuk ibunya, di buku hariannya. Dan ibu menemukannya.

Gadis kecil ini marah dan terluka. Ia keluar, menuju kamar ibunya, mengetuk pintu, dan menunggu. Pintu dibuka. Ibunya kembali ke tempat tidurnya, dan membalikkan badan, tak ingin anaknya melihat betapa terlukanya ia. Tapi sang anak, telah melihatnya, dan mendengar isak tangisnya. Dan kenangan itu terpatri dalam benaknya, dalam hatinya.

Gadis kecil ini menangis dalam diam. Ia kembali ke kamar dan melihat adiknya pun terluka dalam penyesalan. Ia menatap adiknya dan berkata, “Minta maaf!”. Adiknya diam tak bergerak. “Minta maaf!”, katanya lagi sambil menahan air mata. Waktu bergulir, terasa sangat lama. Adiknya pun berdiri keluar menuju kamar ibunya, sementara gadis ini menangis, tak dapat menahan lukanya, sampai adiknya kembali.

Courtesy: thespellingerror.blogspot.com

 

Bertahun berlalu. Mereka tumbuh normal dan tetap utuh sebagai keluarga.

Gadis kecil tumbuh dewasa dan bahagia. Dalam hatinya, ia menyimpan sedikit luka. Ia tidak ingin kejadian itu dibahas lagi dalam keluarganya. Dia hanya ingin ada yang meminta maaf padanya. Itu cukup.

• Cerita ini hanya fiktif dan tidak semua benar •

© Jak - 100111 – 2138 ©

Leave Comment (s) :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s