Hufff… Waduh, knapa memulai postingan dengan helaan nafas yah?? Hari ini aku belajar banyak hal lagi, dan nggak sabar pengen kubagikan di sini..
Pelajaran hari ini bertemakan kedewasaan dan persahabatan..
Hari ini, aku mengalami suatu kejadian di mana aku merasa kecewa, marah, sia-sia, sedih, merasa bersalah, dan sebagainya.. Sampai penuhnya perasaan itu, bahkan air mata pun mengering.. *sungguhan.. menumpuk tapi nggak bisa keluar..* Perasaan takjub/shock juga ada, karena kejadian itu terjadi antara aku dan sahabat-sahabat baikku..
Di sisi lain, dari awal, sudah ada janji dan komitmen untuk saling membangun dalam komunitas ini.. Maklum, aku ini punya cerita lama tentang persahabatan yang mempengaruhi nilai hidupku seterusnya.. Janji dan komitmen itu meyakinkanku untuk percaya lagi dengan komunitas dan nilai hidupku bukan dari kesenangan orang lain..
Tapi manusia biasa ini ternyata sudah banyak menimbulkan kemarahan, kekecewaan, dan kesedihan bagi banyak pihak, sampai terjadilah hal-hal seperti itu… Bahkan aku adalah yang terakhir tahu bahwa aku bukan lagi sahabat.. *so stupid..* Untunglah, aku bukan lagi aku yang dulu, yang pasti akan terpuruk dan lari..
Aku nggak mau menceritakan secara detil, karena bukan itu tujuanku.. Yang mau aku ceritakan adalah betapa hari ini, emosiku dibuat turun naik dengan drastis, ada canda tawa sampai tangis.. Bukan kebetulan, setelah kejadian, aku bareng anak-anak Divisi Acara rapat dan mereka menggila, sehingga aku terhibur.. Dan yang paling mempengaruhiku adalah ketika satu di antara mereka mengajak bernyanyi “Berjalanlah di Depanku, Tuhan..”
Liriknya,
Kutahu Tuhan, sulit bagiku
Tuk pahami kehendak-Mu, tuk berjalan di Jalan-Mu
Namun kutahu, satu hal yang kupercaya
Kau kasih yang sejati, Sahabat yang terbaik
Dan ku mau selalu setia melayanimu sampai akhir hidupku nanti
Berjalanlah di depanku, Tuhan
Ku perlu tuntunan-Mu
Ku tak kan takut hadapi semua karna Kau slalu bersamaku
Ketika kami sama-sama menyanyi itu, aku sungguh-sungguh menyerahkan emosi dan masalahku pada Tuhan, aku benar-benar dilegakan dan dipulihkan.. Sejak itu, ketika aku tertawa bersama anak yang laen, itu benar dari hatiku, bukan hanya sok kuatku.. Why??
Karena aku sadar bahwa aku punya Tuhan Yesus, satu-satunya yang nggak akan pernah meninggalkanku, menyakitiku dan mengecewakanku, walaupun aku sering buat Dia kecewa.. Aku mau belajar semakin mengasihi orang lain, yang mengasihiku, yang tidak mengasihiku, terutama yang tersakiti olehku.. Sejak itu, hatiku dibebaskan dari rasa marah, kecewa, sedih, sia-sia, penyesalan, dll., hanya kasih dan damai sejahtera yang ada dalamku..
Pelajarannya… Jangan pernah menggantungkan harapan akan manusia, karena manusia sungguh dapat mengecewakan.. Hanya Tuhan yang tinggal tetap, kasih-Nya untuk selamanya.. Dalam hubungan, reaksi kita mungkin adalah hal terakhir yang akan terjadi dalam hubungan tersebut, karena mungkin nggak akan ada waktu lagi untuk minta maaf..
Aku sadar, aku harus menyelesaikan persoalan yang ada.. Namun, aku tidak cukup dewasa untuk itu.. Aku takut akn semakin tersakiti.. Aku takut perasaan ditinggalkan muncul lagi.. Aku takut.. Aku mau ketika aku siap untuk itu.. Entah sampai kapan..
[20.02.09 - 22.58]


