Berlari Terus : Bali-Jakarta

The roads, the traffic, the heat, the humidity; you’ve got no chance. 100 dollars says you can’t do it…”

and so it was that a joke became a fund raising challenge

Kalimat itulah yang membuka attachment proposal dalam email saya sore tadi. Kalimat itu pulalah yang menjadi pembuka beberapa berita di beberapa surat kabar asing. Lebih lagi, kalimat itulah yang membuka dimulainya ide gila ini. Sebenarnya tentang apa itu?

Ide gila yang saya maksud datang dari Scott Thompson. Jadi, beliau ini punya ide untuk galang dana buat disumbangkan ke dua lembaga yang concern terhadap hidup anak-anak di Indonesia. Lah, di mana kegilaannya?

Ini dia, Mr.Scott berencana melakukan lari dari Bali ke Jakarta. Yes, you read it correctly. Lari. Run. By his own foot. :D
Rencananya, dia akan mulai lari dari Bali awal bulan Maret 2012 selama 25 hari, jaraknya sepanjang 1250km dan akan melewati 5 propinsi di Indonesia! Untuk lebih jelasnya, bisa cek di SINI. I enjoy reading the excitement there!

What excite me is these things: the love he have and he showed for Indonesia, also the hope he hope to bring. Eventhough, he is not an Indonesian!

Mr.Scott mencari sponsor untuk mendukung kegiatan ini, tapi seluruh dana tunai yang diperoleh akan disumbangkan ke dua lembaga Indonesia yaitu Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) dan Mary’s Cancer Kiddies (MCK). Keduanya concern pada Continue reading

The Dance Performing!

Hi! Four hours after the dance performance I mentioned in here. I guess you curious about the performance?? And the photos?? Relax, I will show it at the end of post.

Overall, it went well. If you asked me, I will score 9 out of 10 for the dancer. But, this dance performing is not about the dancer only. We shall not forget the band, the lighting, the multimedia team, and of course the stage manager. And that was the factor that my score decreased to 7 out of 10.

These point deduction occured beacuse of several things. First, the committee brought our properties (kipas bulu, red. :P ) and gone nowhere to be found.. until the very last minute before our showtime.

Second is the miscoordination between stage manager and multimedia team. At the rehearsal, we have told them that the entrance method is we will run from about 1,5 metres in front of the stage. When we told it was our showtime, Continue reading

Sing Joy, Dance Joy!

The first story I can tell you in 2012 is this not-so-big-but-quite-fun-and-shocking news. It is involving 15 people dancing 2 songs in about 7 minutes duration plus candles ceremony, practicing about 11 days (@3-4 hours), prepared to perform in front of 250 persons, including Board of Directors of one giant consumer-goods company in Indonesia. And if you have not guess it yet, yes, I am one of those 15 people.

And that is one LAME excuse to not to write blog as much as I wanted.

This dance performance was prepared for my office’s Internal 2011 Christmas Celebration. Yes, in January 2012. Please don’t ask me why or send complaint about the date, I really have nothing to do with it, except being one of the performers. In fact, in the beginning I have no connection with this event except being an audience because they had have completely different dance team.

Somehow, the first dance team had never practicing before, never showed up actually, so the committee have two choices in hand, look for new team in 2 weeks or have no dancer in D-Day. Long story short, my impromptu-dance-team was listed with label URGENT on its remarks. Continue reading

2011, Goodbye ♥

Saya suka akhir tahun. :)

Bukan hanya karena aroma liburan yang sudah menggantung di udara sejak awal Desember, tapi ya karena itu akhir tahun, hehe..

Akhir tahun itu ibarat perhentian dalam sebuah perjalanan panjang menuju puncak gunung. Tempat di mana rasanya jadi normal kalau kita menoleh ke belakang, mengingat-ingat peristiwa dan keputusan hidup kita, entah kita syukuri atau kita sesali. Momen di mana kegiatan itu tidak dianggap sebagai kegiatan mellow tetapi refleksi hidup, sebagai bekal perjalanan panjang menuju perhentian berikutnya.

Ketika saya singgah di Pos Akhir Tahun 2011 dalam perjalanan Gunung Hidup saya, saya menemukan kepingan kenangan mengenai diri saya di Pos Akhir Tahun 2010. Saya, yang berbeda.

Courtesy : gosipboo.blogspot.com

Hampir sepanjang 2010, saya terseret dalam ombak mengasihani diri sendiri, berusaha untuk terus kembali mengumpulkan puing-puing reruntuhan. Namun saat saya hendak berangkat dalam perjalanan 2011, saya berdoa dan meneguhkan hati, dan Tuhan menguatkan saya. Hari itu juga, kesedihan saya sirna, diganti dengan sukacita. Saya berdamai dengan diri saya, melepaskan pengampunan terhadap saya dan orang lain. Sejak itu, segala sesuatu tentang dia, sudah selesai bagi saya. Saya bebas! Praise the Lord!

Tahun 2011 menunjukkan keistimewaannya dengan memberikan saya pengalaman kerja yang unik. Selama hampir 18 bulan saya bekerja, saya memiliki 9 orang atasan di 5 jabatan yang berbeda. Tak henti-hentinya saya berdoa supaya Tuhan segera membuka jalan dan mengeluarkan saya dari kantor itu. Dan ya, saya sudah keluar dan telah berada di tempat baru. Saya sering bilang sama teman-teman saya, kalau saya mau bertobat dan kembali ke jalan yang benar, yaitu dunia public relations. And here I am now, di Corporate Communication sebuah perusahaan nasional ternama. To God be the Glory and to God only I give my Gratitude.

Tahun 2011 juga tahun yang penting bagi beberapa teman baik saya. Ada yang memutuskan sekolah Alkitab, ada yang memutuskan pulang kampung dan mengejar mimpi, ada yang menikah, ada yang hamil, ada yang berhasil menjadi karyawan tetap perusahaan multinasional terkemuka, ada yang memenangkan perlombaan tingkat regional, ada yang akhirnya merajut tali kasih bersama sahabat soulmatenya, ada persahabatan yang bagai berlian, ada liburan ke Bali, ada yang meninggal, ada yang terluka dan lain-lain..

Saya yakin dan percaya perjalanan 2012 akan menyenangkan. Mungkin tidak akan mudah, tapi Tuhan Yesus memegang tangan saya, menjaga dan menguatkan.. Saya mau jadi lebih baik buat Dia! :)

Sesuka-sukanya saya sama akhir tahun, saya lebih suka menyambut awal tahun.

Happy 2012!!

© Jak – 020112 – 2323 ©

24!

Bagiku, bertambahnya usia bukan karena satu hari ini saja
proses setiap hari lah yang membuat satu usia berarti
dan memberi bentukan karakter yang (makin) dewasa, walau tak mungkin sempurna.

Happy birthday, me!

satu usia berlalu ku belajar setia, dalam himpitan dan tekanan
jatuh lagi dalam dosa bukan sekali dua kali, entah sudah tak pernah kuhitung lagi
hampir hilang dan hanyut dalam aliran keputusasaan dunia
tapi sekali lagi, Tuhan tangkap aku. Lagi dan lagi, dalam sayap kasih-Nya.

satu usia lagi, aku mau tambah dan tumbuh
belajar tunduk pada Roh Kudus dan memberi diri dipimpin
peka dengar suaraNya dan jeli memperhatikan Dia membuka rahasia-rahasia Ilahi.

rindu hatiku, menjadi wanita yang berkenan di hati Bapa.
mengejar kekudusan dan membangun generasi wanita yang takut Tuhan.
karena wanita diciptakan untuk menjadi penolong bagi pria,
dan pria diciptakan untuk menjadi imam dan pembawa Firman dalam keluarga,
ini bagi Indonesia yang takut Tuhan.

karena itu, dengan rendah hati aku berdoa, supaya kalian mendoakanku.. :p
menolongku dalam iman, agar menjadi wanita yang lebih baik dalam kebenaran.
serupa dengan namaku, Vera, yang berarti wanita yang benar.

Mungkin bagi kalian biasa saja
Rutinitas memberi ucapan selamat, ketika melihat pengingat hari ulang tahun di media sosial berjudul facebook, membaca liniwaktu twitter atau status BBM
Sekedar ucapan yang mungkin tak lebih dari 10 kata.
Tak lebih dari 5 menit, ya namanya juga rutinitas formal.

Tapi tahukah kalian?
bagiku,
semua yang kalian tulis adalah doa yang tak terucap, dari jauh.
Harapan yang mungkin hampir hilang didera realita kehidupan.

Kalian mungkin tak akan pernah tahu
dan mungkin tak akan pernah dengar dariku
bahwa aku takut dan khawatir,
menghadapi masa depan, realita dan tantangannya. kewajibanku.
aku takut salah, takut menyesal, takut menjadi sia-sia.

tapi sekali lagi, doa kalian menguatkanku. harapan kalian mengobarkanku.
menghujaniku dengan kasih dan mengingatkanku bahwa Tuhan baik, sekarang dan selamanya.
dan kukatakan pada diriku,
“hey myself, have a little faith. be strong in the Lord and never give up hope.”

Ya, maka kini aku berterimakasih.
Terima kasih, keluarga, sahabat dan teman-teman.
Karena telah menjadi bagian dalam hidupku, memolesku.
Terima kasih untuk doa dan harapan kalian.

Again, happy birthday, me!

© Jak – 061011 – 2235 ©

In Memorial: Good Jobs, Steve Jobs!

This is a prepared text of the Commencement address delivered by Steve Jobs at Stanford University, CEO of Apple Computer and of Pixar Animation Studios, on June 12, 2005.

*

I am honored to be with you today at your commencement from one of the finest universities in the world. I never graduated from college. Truth be told, this is the closest I’ve ever gotten to a college graduation. Today I want to tell you three stories from my life. That’s it. No big deal. Just three stories.

*

The first story is about connecting the dots.

I dropped out of Reed College after the first 6 months, but then stayed around as a drop-in for another 18 months or so before I really quit. So why did I drop out?

It started before I was born. My biological mother was a young, unwed college graduate student, and she decided to put me up for adoption. She felt very strongly that I should be adopted by college graduates, so everything was all set for me to be adopted at birth by a lawyer and his wife. Except that when I popped out they decided at the last minute that they really wanted a girl. So my parents, who were on a waiting list, got a call in the middle of the night asking: “We have an unexpected baby boy; do you want him?” They said: “Of course.” My biological mother later found out that my mother had never graduated from college and that my father had never graduated from high school. She refused to sign the final adoption papers. She only relented a few months later when my parents promised that I would someday go to college.

Young Steve Jobs / Courtesy: dickbishirjian wordpress

And 17 years later I did go to college. But I naively chose a college that was almost as expensive as Stanford, and all of my working-class parents’ savings were being spent on my college tuition. After six months, I couldn’t see the value in it. I had no idea what I wanted to do with my life and no idea how college was going to help me figure it out. And here I was spending all of the money my parents had saved their entire life. So I decided to drop out and trust that it would all work out OK. It was pretty scary at the time, but looking back it was one of the best decisions I ever made. The minute I dropped out I could stop taking the required classes that didn’t interest me, and begin dropping in on the ones that looked interesting.

It wasn’t all romantic. I didn’t have a dorm room, so I slept on the floor Continue reading

Sweet Escape: Pulau Puteri, Kepulauan Seribu

To awaken quite alone in a strange town is one of the pleasantest sensations in the world – Freya Stark

Salah satu impian rahasia dalam hidup saya adalah travelling. Sejak perjalanan liburan saya ke Bali waktu liburan Idul Fitri kemarin (yang belum sempat saya ceritakan di blog ini), saya semakin ingin jalan-jalan dan menikmati dunia, bertemu dengan berbagai macam orang, menikmati kebudayaan dan tentunya makanan. Ah, setidaknya keliling Indonesia, itu lebih dari cukup.

Minggu lalu, saya dihadiahi kesempatan menikmati tugas luar kota dari kantor saya. Saya harus menemani salah satu bos baru (baru datang seminggu di Indonesia) dan seorang tamu dari Malaysia. Mereka ingin main ke Pulau Puteri, Kepulauan Seribu. Kenapa saya? Karena mereka berdua tidak bisa bahasa Indonesia dan hampir tidak bisa bahasa Inggris. Jadilah, saya berlibur gratis, di hari kerja. Sweet! :)

*

PULAU PUTERI – KEPULAUAN SERIBU

Kami berangkat dari Marina Ancol – Dermaga 15, jam 8 pagi.

Saya bayangkan saya akan berangkat dengan kapal kayu besar (kapal nelayan, red.), seperti yang saya naiki ketika pergi ke Pulau Tidung dengan keluarga saya setahun lalu. Ternyata, saya berangkat dengan kapal boat cantik yang hanya pernah saya lihat di acara televisi. Menurut petugasnya, kapal itu bisa memuat kurang lebih 20-25 orang, di bagian kabin dan di luar kabin.

Saya dan 2 atasan saya, duduk di dalam kabin bersama 3 orang Korea dan beberapa turis lokal. Senang rasanya mendengar alunan bahasa Korea dipadu dengan bahasa Cina (bos saya, red.) ditambahi bumbu-bumbu bahasa Indonesia. Paduan yang unik. Saya seperti tidak di Jakarta. Perjalanannya hanya sekitar 1,5 jam, dan waktu sampai, saya lebih girang lagi melihat bahwa tempat peristirahatannya berbeda dengan Pulau Tidung.

Ternyata Pulau Puteri adalah pulau milik pribadi, bukan milik Pemerintah (dan rakyat) Indonesia. Pemilik pulau ini pun mendirikan PT, membangun hotel, dan menjadikan pulau ini terbuka untuk umum. Di pulau ini hanya ada 1 buah hotel, di mana kamarnya berupa bungalow-bungalow yang tersusun mengelilingi pulau, sehingga masing-masing bungalow menghadap ke laut. Kamarnya luas dan bersih, memberikan sentuhan mewah dan modern namun tetap hangat di tengah perairan laut yang jauh dari keramaian.

Menurut saya, tipe orang yang akan sangat merasa nyaman berlibur di pulau ini adalah mereka yang suka berolahraga air, seperti snorkeling dan diving. Snorkeling bisa dilakukan dekat dermaga pulau ataupun dengan menyewa kapal ke tengah laut. Khusus untuk diving, hotel Pulau Puteri hanya menerima mereka yang memiliki diving license. Sayang, mereka belum menyediakan fasilitas kamera bawah air. Yang ada hanya kamera bawah air pribadi milik penjaga dive shop.

Bagi mereka yang suka menghibur diri hanya dengan menikmati alam, mendengar suara ombak dan desiran dedaunan, bermandikan cahaya matahari dengan siraman angin laut, maka Pulau Puteri pun sangat cocok menjadi pilihan tempat berlibur. Saya menyusuri pepohonan mengelilingi pulau dengan ditemani kicauan burung dalam waktu 40 menit. Di depan kamar, di bagian pinggir pulau, saya duduk di kursi santai, mendengar paduan suara ombak dan angin, bukannya menikmati alam saya malah jadi mengantuk dibuatnya.

Saya juga menikmati keindahan bawah laut dengan tetap kering. Ada aquarium bawah laut seperti Sea World. Bedanya panjangnya hanya 15 meter, maka jangan bandingkan dengan Sea World. Ada pula fasilitas glass bottom boat, di mana saya masuk ke perut kapal yang dindingnya diberi kaca, sehingga saya bisa melihat bawah laut. Sayang, saya kurang beruntung karena airnya sedang keruh.

Tidak lengkap kalau berkunjung ke suatu tempat tanpa membahas makanan, tetapi seperti yang sudah bisa dipastikan, makanan khas tempat ini apalagi kalau bukan makanan laut. Jadi saya rasa tak banyak yang bisa dibahas kecuali fakta bahwa betapa menyenangkan tugas kantor saya kali ini!

PS Klik gambar untuk memperbesar. Semua foto diambil dan diedit oleh saya. :)

© Jak – 230911 – 1700 ©

Welcome!

Thanks for coming to my wonderland. I hope you are blessed and inspired to be better.

Have a good reading and please give feedback.
God bless you!

I write about…

(~^,^)~ ~(^,^~)

  • 11,476 hits
"But seek first HIS Kingdom and HIS Righteousness, and all these things will be given to you as well" (Matthew 6:33)
"Be joyful always; Pray continually; Give thanks in all circumstances, for this is God's will for you in Christ Jesus" (1 Thessalonians 5:16-18)

© Veravinna, 2008 – Present

Unathorized use and/or duplication of this material without express & written permission from this blog's author & owner, Veravinna, is strictly prohibited. Failure to do so is a copyright violation & will be treated as such. For written permission, simply leave comments. Thank you.

Join 335 other followers

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 335 other followers